Parah Kelakuan Arsad, Edit Foto Presiden Jokowi Sangat Tidak Pantas Hingga Berbuat Cabul



Parah Kelakuan Arsad, Edit Foto Presiden Jokowi Sangat Tidak Pantas - Nama M Arsad sebelumnya pernah membuat heboh pada tahun 2014 yang lalu. Dimana ia membuat sebuah foto editan bapak Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dibuat seolah - olah berbuat tidak pantas. Yang mana foto itu kemudian ia sebarkan di Media Sosial Facebook.



M Arsad Pelaku Penghinaan Bapak Presiden Dan Pelaku Aksi Pencabulan Anak ( Foto @merdeka.com )



Aksi M Arsad yang berprofesi sebagai penjual sate ini pun nyaris membuatnya mendapatkan pidana, Dimana ia sudah dijemput oleh pihak kepolisian dan akan menjalani proses hukum.

Kala itu publik bereaksi keras atas apa yang telah dilakukan oleh M Arsad dan berharap Arsad segera ditangkap. Dan munculnya sebuah gerakan membela Arsad agar tidak mendapatkan proses hukum, Tidak sedikit para politikus dari kubu lawan melakukan menyerangan terhadap Presiden Jokowi.

Dan akhirnya kasus ini pun berujung dengan kata damai. Ibu M Arsad mendatangi Istana dan memohon supaya anaknya tidak mendapatkan hukuman atas perbuatannya itu.

Bapak Presiden Jokowi pun akhirnya memberikan maaf atas ulah iseng si tukang tusuk sate itu meski sudah menghinanya di media sosial Facebook, Akan tetapi atas kejadian itu Bapak Presiden memberikan pesan untuk Arsad, di mana Bapak Presiden memperingatkan kepada Arsad supaya lebih berhati - hati dalam melakukan sebuah tindakan.

Menurut Bapak Presiden, Di era yang bebas seperti sekarang ini jangan sampai semua orang jadi kelewat batas dengan menyalahgunakan kemajuan teknologi. Selanjutnya, terbuatlah sebuah undang - undang untuk mencegah orang melakukan tindakan yang merugikan di media sosial atau dunia maya.

"Tetap harus saling menghormati hal orang lain, kemudian juga sudah ada aturan - aturan hukum yang ada untuk siapapun, dari kalangan atas hingga kalangan bawah," tegas Jokowi.

M Arsad pun kemudian bisa bebas bahkan kala itu Ibu Iriana Jokowi memberikan sebuah amplop yang berisikan uang sebagai bekal untuk Ibu Arsad pulang.

Kemarin, M Arsad kembali lagi melakukan aksinya. Dia menculik seorang wanita yang masih berusia di bawah 10 tahun dan membawanya ke Vila di Kawasan Puncak Bogor. Aksinya berhasil digagalkan oleh para warga yang sudah mencurigai kala melihat bocah tersebut menangis terus yang kemudian para warga menggerebek vila sewaan Arsad.

Rupanya bukan hanya untuk pertama kalinya Arsad melakukan aksi penculikan anak - anak di bawah umur dan melakukan aksi bejatnya itu. Sebulah yang lalu ia pernah menculik seorang bocah berusia 7 tahun berinisial K di kawasan Tapos, Cimanggis yang kemudian si K diajaknya ke kawasan Puncak Bogor.

Pelaku menyewa sebuah kabar di villa dan kemudian korban di pulangkan lantaran pelaku menganggap korban masih sangat terlalu kecil dan pelaku memberi uang sebesar Rp. 100 ribu pada korban untuk pulang dengan naik ojek.

"Polsen Cimanggis pernah mendapatkan laporan mengenai adanya anak hilang dari masyarakat. Informasi didapat dari pengakuan pelaku dengan anak yang hilang itu merupakan anak yang sama yang pernah di bawa oleh pelaku ke wilayah sekitar bogor." Ucap Kombes Pol Harry Kurniawan, Kapolresta Depok, Seperti dilansir merdeka.compada Selasa 12/07/2016





M Arsad kala itu mengaku tidak melakukan hal yang tidak - tidak kepada korban seperti halnya mencabulinya. Pasalnya pelaku mengaku tidak tega melihat korban yang masih terlalu kecil. Kasus ini hingga sampai saat ini masih terus di dalami lebih lanjut apakah masih ada korban yang lain atau tidak.

"Kita masih mendalami hal ini, apakah pelaku hanya pernah melakukan hal itu kepada dua korban atau justru lebih," Tandas Kombes Pol Harry Kurniawan

Imen / M Arsad ini mengaku sudah pernah menculik K sekitar sebulan yang lalu di Tapos. Kala itu korban sedang bersama dengan dua saudaranya, ketiga dibonceng dengan motor akan tetapi dua saudara K lompat dari motor kala itu.

"Selain F, waktu itu saya juga pernah menculik K (7) pada satu bulan yang lalu di Cimanggis," Akunya

Dengan apa yang dilakukan kali ini sepertinya M Arsad tidak akan mendapatkan kebebasan seperti dulu kala dia menghina Bapak Presiden dan tentunya banyak oknum dan masyarakat yang tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh Arsad dan M Arsad dipastikan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan apa yang dilakukannya.